Penggunaan krim untuk meredakan gejala eksim dapat memperburuk kondisi kulit dan menyebabkan kulit menjadi sensitif. Pasalnya, krim tersebut dapat mengurangi ketebalan lapisan pelindung kulit, sehingga kulit pun rentan terhadap infeksi atau bahan kimia.
Demikian hasil uji coba yang dilakukan para peneliti dari Ilmu Farmasi University of Bath, Inggris. Krim diujicobakan kepada relawan yang memiliki kondisi kulit normal dan ditemukan lapisan luar kulit berkurang sampai dengan 10 persen setelah pemakaian selama empat minggu berturut-turut.
"Penelitian kami menemukan efek buruk dari pemakaian krim eksim yang biasanya digunakan untuk melembabkan kulit kering akibat eksim," kata Richard Guy, pimpinan penelitian itu. "Krim tersebut ternyata mengurangi lapisan kulit yang akan menyebabkan kulit rentan terhadap bahan kimia."
Eksim atau eksema atau dermatitis adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit, hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Gejala utama timbulnya eksim ringan adalah kulit menjadi halus, sedikit memerah kering, bersisik, dapat menimbulkan gatal atau tidak, dan biasanya terdapat pada kaki atau lengan.
Pada penderita eksim akut, kulit akan mengalami gatal yang intens dan biasanya terjadi di bagian depan siku, belakang lutut, dan wajah. Namun, setiap daerah kulit mungkin terpengaruh. Selanjutnya, kulit menjadi lebih sensitif terhadap kain, terutama wol. Pada musim dingin, eksim akan menjadi makin parah karena udara di dalam ruangan sangat kering.
sumber liputan6
Rabu, 24 November 2010
Vulkanolog Jepang: Tipe Letusan Merapi Berubah
Tipe letusan Gunung Merapi dinilai telah berubah. Penilaian itu dikatakan ahli vulkanologi dari Universitas Kyoto, Jepang, Masato Iguchi. Ia mengatakan tipe letusan Merapi mengalami perubahan dibandingan dengan letusan sebelum 2006 yang ditandai dengan adanya pembentukan kubah lava.
"Saya hingga kini belum mengetahui penyebab mengapa tipe letusan Gunung Merapi berubah, namun perubahan tipe letusan seperti ini sering terjadi di sejumlah gunung berapi lainnya, salah satunya gunung berapi di Jepang, Miyake Jima," katanya, di Yogyakarta, Jumat (12/11).
Sebelumnya, Direktur Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Masaki Tani mengatakan, tiga vulkanolog asal negaranya akan membantu melakukan survei kondisi bencana letusan Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tiga vulkanolog itu, yakni Kenji Nogami (ahli volcanic chemistry), Masato Iguchi (ahli physical vulcanology), dan Takayuki Kaneko (ahli volcano geology). Selain itu, ada ahli di bidang penyakit saluran pernapasan Satoru Ishii.
"Kami akan terus memberikan pendampingan dari sisi keilmuan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral," kata Iguchi.
Gunung Miyake Jima di Jepang, menurut dia, memiliki tipe erupsi yang sama, yaitu meletus setiap 20 tahun sekali ditandai dengan keluarnya aliran lava. Namun pada 2000 gunung tersebut meletus dengan membuat kaldera berdiameter satu kilometer dan letusan besar dengan kolom asap setinggi 10 kilometer.
"Perubahan itu disebabkan adanya pergerakan magma dalam volume yang cukup besar, namun belum bisa memastikan apakah hal itu juga terjadi di Gunung Merapi," kata Iguchi.
Mengenai pemasangan mikrofon infrasonik untuk Gunung Merapi, Icuchi menjelaskan, alat tersebut sangat efektif untuk memantau gunung ini karena terkadang puncak gunung diselimuti kabut. Alhasil, tidak terlihat adanya letusan, padahal kenyataannya gunung tersebut meletus.
Alat tersebut, masih menurut Iguchi, akan dipasang di luar radius 20 kilometer dari puncak Merapi. Ini sesuai radius aman yang telah ditetapkan PVMBG, salah satunya di dekat Prambanan. Sementara tiga mikrofon infrasonik akan dipasang untuk mempertajam pantauan Gunung Merapi, sehingga PVMBG akan memperoleh gambaran aktivitas gunung itu lebih baik.
"Pengamat selama ini sering tidak mendengar letusan Gunung Merapi, meskipun sebenarnya gunung meletus sehingga dengan adanya mikrofon infrasonik maka akan diperoleh data lebih baik tentang letusan Merapi," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono di Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, mikrofon infrasonik tersebut akan mampu menangkap gelombang udara yang diakibatkan letusan Gunung Merapi dan pengamat tidak hanya mendasarkan pengamatan pada seismograf atau pengamatan visual. "Kami kemudian akan menganalisa data yang masuk sehingga memperoleh statistik yang baik tentang jumlah letusan Merapi," katanya.
Ia mengatakan alat serupa telah dipasang di sejumlah gunung api lain di Indonesia, seperti Anak Krakatau dan Semeru. Pemasangan mikrofon infrasonik ini sebagai bentuk kerja sama dengan Jepang yang juga mengirimkan tiga ahli gunung api ke Indonesia untuk melakukan pemantauan terhadap Merapi.
"Meskipun ada bantuan dari Jepang, bukan berarti tenaga dari Indonesia masih kurang. Segala pertimbangan dan keputusan juga masih berada di tangan saya," katanya.
Ketiga ahli dari Jepang tersebut melakukan pantauan dari tiga sisi yang saling berkaitan, yaitu geofisik, geokimia, dan geologi. "Kami akan terus memberikan pendampingan dari sisi keilmuan kepada PVMBG," kata Iguchi
10 Tips Memotret Sunset Dan Sunrise
blog komunitas fotografi
Memotret sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:
Memotret sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:
Lakukan Persiapan Sebaik-baiknya
Sunset dan sunrise hanya berlangsung sekitar setengah jam. Untuk itu kita harus melakukan persiapan matang sebelumnya. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat , usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi). Juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik, sehingga saatnya tiba kita bisa sibuk memotret bukan sibuk mengeset alat.
Jangan Kecewa Karena Mendung
Karena anda sudah bersusah – payah mendatangi lokasi yang jauh dan sulit, jangan kecewa kalau mendadak mendung tiba. Maksimalkan kreatifitas anda saat langit tertutup mendung. Langit mendung bukan halangan menghasilkan foto indah saat sunrise dan sunset
Jangan Terpaku Pada Wide Angle
Memotret sunset dan sunrise menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) merupakan hal yang biasa, namun jangan terpaku hanya menggunakan lensa tersebut (kalau anda memang punya pilihan lain). Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele.
Maksimalkan Siluet
Hal yang menambah daya tarik foto sunset dan sunrise adalah siluet. Siluet memberi kesan yang kuat serta memberi cerita dalam foto anda, apalagi jika anda memotret sunset atau sunrise di lokasi yang memiliki identitas kuat.
Bawalah Tripod
Jika anda ingin memanfaatkan teknik long shutter – membuat HDR atau panorama: tripod wajib dibawa
Gunakan Manual Focus
Karena sunset dan sunrise memiliki kualitas cahaya yang lumayan ekstrim, kadang kamera akan kesulitan menemukan fokus jika anda menggunakan mode auto focus, segera ganti ke mode manual sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu menunggu kamera menemukan titik fokus.
Gunakan Preset White Balance Cloudy
Ubahlah setting white balance anda ke cloudy (biasanya dilambangkan dengan ikon mendung). Setting white balance ini akan membuat foto sunset atau sunrise lebih hangat dan warnanya lebih “menggigit”, dibandingkan kalau menggunakan setting white balance auto. Atau jika anda suka bereksperimen, cobalah setting white balance lainnya.
Gunakan Spot Metering (SLR dan Prosumer) atau Sunset Scene (Untuk Kamera Saku)
Untuk memperoleh eksposur yang tepat, gunakan mode metering spot jika anda memiliki kamera SLR dan prosumer, atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika anda menggunakan kamera saku pemula. Untuk pengukuran menggunakan spot meter, arahkan titik fokus ke area sekitar matahari (jangan tepat di matahari – nya lalu lakukan metering dengan memencet separuh shutter, lalu kunci eksposur anda. Untuk kamera saku (dengan mode scene), tinggal arahkan dan jepret.
Jangan Berhenti Ketika Sunset Lewat
Saat memotret sunset, jangan kemasi kamera anda hanya karena matahari sudah melewati garis horison. Bertahanlah sebentar lagi, karena cahaya sesaat setelah sunset adalah salah satu cahaya paling indah yang dikeluarkan alam. Begitu juga dengan sunrise, jangan datang terlalu mepet dengan waktu matahari terbit. Cahaya sesaat sebelum sunrise adalah salah satu yang paling indah
Berdoalah Agar Alam Berpihak Pada Anda
Anda sudah jauh – jauh datang ke pantai terpencil (atau gunung), menyiapkan alarm untuk bangun jam 4 pagi dan sudah menata semua peralatan agar siap memotret, namun tiba – tiba hujan tiba. Ya apadaya, memotret di alam terbuka memang membutuhkan keberuntungan dan kesabaran, kenapa kesabaran? karena anda bisa mencoba lagi esok hari
20 Tips Komposisi Agar Foto Makin Keren
blog komunitas fotografi
Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.
Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
- Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian
- Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan
- Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang
- Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali
- Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto
- Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
- Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek
- Jangan lupa rule of third. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnya
- Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto
- Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana
- Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini
- Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
- Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan
- Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan
- Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat
- Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka
- Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
- Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawah
- Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
- Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda
6 Tips Memotret Wajah Dengan Karakteristik Khas
blog komunitas fotografi
Kadangkala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya: hidung yang pesek, pipi tembem, kupingnya gede dll) – karena tiada manusia yang sempurna.
Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.
Berikut tipsnya:
- Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya
- Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak, gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini
- Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol
- Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.
- Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang
- Jika wajah teman lumayan tembem, kasih tahu supaya diet (he he) lalu aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja.
Selasa, 23 November 2010
Delima Baik bagi Kesehatan Ginjal
Liputan6.com, Nahariya: Buah delima baik bagi kesehatan ginjal, demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari RS Western Galilee. Penelitian tersebut menemukan jus delima yang dikonsumsi secara teratur dapat membantu pasien yang memiliki masalah dengan ginjalnya untuk mencegah komplikasi lanjutan.
Tidak hanya baik bagi ginjal, delima yang kaya akan antioksidan ternyata juga baik bagi kesehatan jantung. Dalam penelitian ini para peneliti juga menemukan bahwa delima dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan infeksi yang berkaitan dengan jantung.
"Kandungan antioksidan dalam buah delima memang telah lama dipercaya baik bagi kesehatan. Dalam penelitian ini, kami menemukan manfaat lain yang belum pernah diketahui sebelumnya. Ini merupakan pencerahan bagi dunia pengobatan khususnya untuk penanganan masalah ginjal," kata Pimpinan Penelitian Rs Western Galilee Dr Batya Kristal, seperti dilansir Zee News, Sabtu (20/11). (Vin)
Tidak hanya baik bagi ginjal, delima yang kaya akan antioksidan ternyata juga baik bagi kesehatan jantung. Dalam penelitian ini para peneliti juga menemukan bahwa delima dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan infeksi yang berkaitan dengan jantung.
"Kandungan antioksidan dalam buah delima memang telah lama dipercaya baik bagi kesehatan. Dalam penelitian ini, kami menemukan manfaat lain yang belum pernah diketahui sebelumnya. Ini merupakan pencerahan bagi dunia pengobatan khususnya untuk penanganan masalah ginjal," kata Pimpinan Penelitian Rs Western Galilee Dr Batya Kristal, seperti dilansir Zee News, Sabtu (20/11). (Vin)
Cody, Suster Berbentuk Robot
porting untuk WW
Saatnya berkenalan dengan Cody, robot yang mampu menggantikan fungsi suster. Termasuk, membersihkan tubuh pasien. Cody adalah robot kreasi para peneliti dari laboratorium Georgia Tech`s Healthcare Robotics di Georgia, Amerika Serikat, baru-baru ini.
Cody dirancang semirip mungkin dengan seorang suster. Karena itu, sentuhan lembut Cody diharapkan tidak lagi membuat pasien malu atau canggung. Terlebih ketika area sensitif pasien dibersihkan.
Tidak perlu khawatir dengan cara kerja Cody. Karena, ia dilengkapi tombol "stop" yang dapat ditekan pasien untuk menghentikan aktivitas yang tak diinginkan pasien. Walaupun bentuknya belum sempurna, dalam uji coba pertama Cody berhasil menunjukkan kemampuan membersihkan lengan dan kaki pasien.
Tidak perlu khawatir dengan cara kerja Cody. Karena, ia dilengkapi tombol "stop" yang dapat ditekan pasien untuk menghentikan aktivitas yang tak diinginkan pasien. Walaupun bentuknya belum sempurna, dalam uji coba pertama Cody berhasil menunjukkan kemampuan membersihkan lengan dan kaki pasien.
Langganan:
Postingan (Atom)